
Suka Duka Pakai HR-V Manual 2016: Masih Worth It?
Suka Duka Pakai HR-V Manual 2016: Masih Worth It Di Tahun Ini, Terlebihnya Dengan Memiliki Kekurangan Dan Kelebihan. Halo, Sobat Otomotif! Apa kabar tunggangan kesayangan anda di garasi hari ini? Semoga mesinnya tetap halus dan selalu siap menemani perjalanan anda menembus kemacetan kota maupun jalur luar kota yang menantang. Berbicara soal mobil idaman, Honda HR-V generasi 2016 memang memiliki daya tarik yang sulit pudar. Tentunya berkat desainnya yang tetap terlihat modern bahkan hingga hari ini. Terlebihnya mulai dari sensasi operan gigi yang presisi hingga urusan efisiensi bahan bakar yang sering jadi perdebatan. Serta memiliki HR-V manual adalah tentang hubungan benci tapi rindu antara kenyamanan dan kendali penuh. Mari simak curhatan jujur mengenai pengalaman kepemilikan saya dari Suka Duka memakanya.
Mengenai ulasan tentang Suka Duka pakai HR-V manual 2016: masih worth it telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Sensasi Berkendara Lebih “Terlibat”
Pada kendaraan ini dengan transmisi manual, sensasi berkendara disebut lebih “terlibat” karena pengemudi benar-benar berperan aktif. Terlebihnya dalam mengatur performa mobil. Tidak seperti transmisi otomatis atau CVT yang bekerja secara otomatis menyesuaikan putaran mesin. Dan versi manual menuntut pengemudi untuk menentukan sendiri kapan harus pindah gigi. Kemudian seberapa dalam menginjak gas, dan bagaimana mengatur putaran mesin. Hal inilah yang membuat banyak pemilik merasa mobil ini “lebih hidup” saat di kendarai. Dari sisi kelebihan, sensasinya ini terasa jelas saat berkendara di berbagai kondisi jalan. Ketika melewati tanjakan, jalan berliku, atau saat ingin menyalip. Dan pengemudi bisa menurunkan gigi sesuai kebutuhan tanpa menunggu respons transmisi. Hal ini membuat kontrol tenaga terasa lebih langsung. Meskipun mesinnya sendiri tidak tergolong besar. Banyak pengguna merasa mobil jadi lebih mudah “di ajak komunikasi”. Karena setiap respon mesin benar-benar mengikuti input kaki.
Suka Duka Pakai HR-V Manual 2016: Masih Worth It Di Tahun Ini?
Kemudian juga masih membahas Suka Duka Pakai HR-V Manual 2016: Masih Worth It Di Tahun Ini?. Dan fakta lainnya adalah:
Potensi Konsumsi Bahan Bakar Lebih Efisien
Pada Honda HR-V 2016 dengan transmisi manual. Maka efisiensi bahan bakar kerap di anggap sebagai salah satu kelebihan utama. Karena kendali konsumsi BBM sangat bergantung pada cara pengemudi mengoperasikan mobil. Tidak seperti transmisi otomatis atau CVT yang bekerja dengan pola tertentu. serta versi manual memberi kebebasan penuh kepada pengemudi untuk menentukan putaran mesin, timing perpindahan gigi, dan beban mesin. Terlebih yang secara langsung memengaruhi pemakaian bensin. Dari sisi kelebihan, banyak pemakai merasakan bahwa HR-V manual bisa menjadi lebih irit ketika dik emudikan dengan gaya halus dan konsisten. Pengemudi dapat memindahkan gigi di putaran mesin rendah hingga menengah. Kemudian menjaga rpm tetap stabil, serta menghindari kick-down atau lonjakan rpm yang sering terjadi pada CVT.
Dalam kondisi jalan lancar, luar kota. Atau kecepatan konstan di tol, HR-V manual sering di anggap mampu mengoptimalkan karakter mesin i-VTEC. Sehingga pembakaran terasa lebih efisien. Curhatan pemakai menyebutkan bahwa mobil terasa “enteng” saat sudah berada di gigi atas. Sehingga konsumsi BBM bisa di tekan selama pengemudi disiplin menjaga ritme berkendara. Selain itu, secara teknis transmisi manual memiliki kerugian mekanis yang lebih kecil di bandingkan CVT. Tenaga mesin di salurkan lebih langsung ke roda tanpa banyak komponen perantara. sehingga energi yang terbuang lebih sedikit. Hal ini membuat sebagian pengguna merasa bahwa versi manual HR-V 2016 lebih konsisten dalam menjaga efisiensi BBM. terutama untuk penggunaan jarak jauh atau perjalanan antarkota. Namun, dari sisi kekurangan, potensi efisiensi ini sangat bergantung pada kebiasaan dan kemampuan pengemudi. Jika pengemudi sering menahan gigi rendah terlalu lama, memacu mesin di rpm tinggi, atau terlalu sering melakukan perpindahan gigi agresif.
Bongkar Rahasia HR-V 2016 Manual Setelah Pakai Lama
Selain itu, masih membahas Bongkar Rahasia HR-V 2016 Manual Setelah Pakai Lama. Dan fakta lainnya adalah:
Tenaga Mesin Terasa Kurang “Ngejer”
Pada Honda HR-V 2016 transmisi manual, keluhan soal tenaga mesin yang terasa kurang “ngejer”. Dan pada umumnya mengacu pada respons akselerasi yang tidak spontan. Serta dorongan tenaga yang terasa biasa saja, terutama saat pengemudi mengharapkan tarikan cepat. Mesin i-VTEC yang di gunakan sebenarnya cukup halus dan efisien. Akan tetapi karakter tenaganya lebih condong ke pemakaian harian yang santai, bukan performa agresif. Dari sisi kekurangan, rasa kurang “ngejer” ini paling terasa saat kondisi tertentu. Ketika ingin menyalip kendaraan lain. Kemudian membawa penumpang penuh, atau melewati tanjakan, pengemudi sering harus menurunkan gigi terlebih dahulu. Tentunya agar tenaga terasa muncul. Tanpa perpindahan gigi yang tepat, mobil terasa berat dan lambat merespons. Dalam curhatan pemakai, hal ini membuat HR-V manual di anggap tidak memberikan efek “dorongan instan”. Terlebihnya seperti yang di harapkan dari mesin berkapasitas relatif besar untuk kelasnya.
Karakter mesin yang baru terasa bertenaga di putaran menengah ke atas juga memperkuat kesan kurang agresif. Jika pengemudi mengemudi dengan rpm rendah demi irit BBM, tarikan akan terasa datar. Akibatnya, untuk mendapatkan performa yang layak, mesin harus dipacu lebih tinggi, yang bagi sebagian pemakai terasa bertolak belakang dengan ekspektasi mobil SUV ringkas yang seharusnya mudah di ajak akselerasi. Namun, dari sisi kelebihan, tenaga yang tidak terlalu “ngejer” ini justru memberikan kendali yang lebih halus dan mudah di prediksi. Mobil tidak terasa liar atau melonjak tiba-tiba saat pedal gas di injak. Bagi pengemudi yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan. Terutama di jalan perkotaan atau saat membawa keluarga, karakter tenaga seperti ini terasa lebih aman dan bersahabat. Karena tenaganya keluar secara bertahap, pengemudi manual memiliki kesempatan untuk mengatur ritme berkendara dengan lebih presisi.
Bongkar Rahasia HR-V 2016 Manual Setelah Pakai Lama Yang Wajib Di Pahami
Selanjutnya juga masih membahas Bongkar Rahasia HR-V 2016 Manual Setelah Pakai Lama Yang Wajib Di Pahami. Dan fakta lainnya adalah:
Transmisi Manual Bisa Bikin Capek Di Macet
Pada Honda HR-V 2016 dengan transmisi manual. Tentu dengan rasa lelah saat menghadapi kemacetan merupakan salah satu keluhan yang paling sering di ungkapkan pemilik. Hal ini terjadi karena seluruh proses pengaturan laju mobil sepenuhnya bergantung pada kerja fisik pengemudi. Mulai dari menginjak kopling, memindahkan gigi. Terlebihnya hingga mengatur gas secara berulang-ulang dalam jarak yang pendek. Dari sisi kekurangan, kelelahan paling terasa saat menghadapi kondisi stop-and-go yang panjang. Di kemacetan kota, pengemudi harus terus bermain di gigi satu dan dua. Kemudian sambil menginjak dan melepas kopling secara konstan. Pada HR-V 2016, karakter mesin yang torsinya tidak terlalu besar di putaran bawah membuat pengemudi sering perlu menjaga rpm.
Terlebihnya agar mobil tidak tersendat atau mati mesin. Dalam curhatan pemakai, kondisi ini menyebabkan kaki kiri cepat pegal, konsentrasi mudah terkuras. Dan juga pengalaman berkendara menjadi kurang nyaman jika dilakukan setiap hari. Selain itu, bobot HR-V yang tergolong cukup besar untuk mobil dengan mesin naturally aspirated membuat kontrol kopling harus lebih presisi saat macet. Jika pengemudi kurang halus, mobil bisa terasa tersentak atau malah kehilangan tenaga di kecepatan sangat rendah. Hal ini menambah beban mental karena pengemudi harus terus fokus. Namun bukan hanya pada lalu lintas, tetapi juga pada teknik berkendara itu sendiri. Namun, dari sisi kelebihan, kondisi macet ini justru menunjukkan kontrol penuh yang di miliki transmisi manual. Pengemudi bisa mengatur sendiri seberapa pelan mobil bergerak, tanpa risiko “lonjakan” seperti yang kadang di rasakan pada transmisi CVT.
Jadi itu dia beberapa faktanya tentang pakai HR-V 2016 apakah masih worth it dari poin Suka Duka.