
Mitos Baterai EV: DC Fast Charging Jadi Pembunuh Senyap?
Mitos Baterai EV: DC Fast Charging Jadi Pembunuh Senyap Dan Membuat Kinerjanya Cepat Turun Dan Malah Merusak. Halo, para pemilik mobil listrik dan pegiat energi hijau! Semoga kendaraan masa depan anda selalu dalam kondisi prima. Dan siap menemani perjalanan tanpa hambatan hari ini. Memiliki mobil listrik memang memberikan sensasi berkendara yang berbeda. Terutama dengan kemudahan teknologi DC Fast Charging yang menjanjikan pengisian daya secepat kilat. Namun, di balik kenyamanan mengisi baterai sambil menikmati secangkir kopi. Kemudian tersimpan sebuah kekhawatiran yang sering disebut sebagai “pembunuh senyap” bagi kesehatan kendaraan anda. Terlebih yang dapat memperpendek usia baterai secara drastis? Mitos Baterai EV mengenai risiko degradasi sel baterai akibat suhu panas ekstrem saat arus besar masuk ke sistem. Mari kita bedah lebih dalam apakah fast charging benar-benar berbahaya. Ataukah ada cara cerdas untuk tetap menggunakan teknologi ini.
Mengenai ulasan tentang Mitos Baterai EV: DC fast charging jadi pembunuh senyap telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
DC Fast Charging Itu Memang Kencang, Tapi Mempercepat Degradasi Baterai
Ia bekerja dengan menyalurkan arus listrik searah (Direct Current) berdaya sangat tinggi langsung ke baterai. Sehingga proses pengisian bisa berlangsung jauh lebih cepat. Jika di bandingkan dengan pengisian AC biasa. Dalam kondisi ideal, pengisian dari 20 hingga 80 persen dapat tercapai hanya dalam puluhan menit. Kecepatan inilah yang membuat DC fast charging sangat populer. Tentunya bagi pengguna mobil listrik yang sering melakukan perjalanan jarak jauh. Atau membutuhkan pengisian cepat di tengah aktivitas padat. Namun, fakta penting sering luput di sadari adalah bahwa arus besar. Dan juga proses pengisian yang agresif ini memberikan tekanan ekstra pada komponen internal baterai. Saat DC fast charging berlangsung. Maka suhu baterai meningkat lebih cepat akibat aliran listrik yang tinggi. Panas berlebih ini memicu thermal stress pada sel baterai.
Mitos Baterai EV: Benarkah DC Fast Charging Jadi Pembunuh Senyap?
Kemudian juga masih membahas Mitos Baterai EV: Benarkah DC Fast Charging Jadi Pembunuh Senyap?. Dan fakta lainnya adalah:
Penyebab Utama Degradasi Saat Fast Charging
Degradasi baterai saat DC fast charging terjadi bukan tanpa sebab. Namu di picu oleh sejumlah proses fisika dan kimia di dalam baterai yang bekerja jauh lebih berat. Jika di bandingkan pengisian normal. Penyebab paling dominan adalah panas berlebih (thermal stress). DC fast charging menyalurkan arus listrik dalam jumlah besar ke baterai dalam waktu singkat. Arus tinggi ini memicu kenaikan suhu yang cepat pada sel baterai. Ketika panas meningkat melampaui rentang suhu ideal. Kemudian material kimia di dalam baterai. Terlebihnya seperti elektrolit dan elektroda. Mulai mengalami percepatan reaksi kimia yang tidak di inginkan. Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan struktur internal baterai melemah. Dan kapasitas penyimpanan energinya menurun. Selain panas, lithium plating menjadi penyebab penting degradasi baterai saat fast charging. Pada pengisian cepat, ion lithium bergerak sangat cepat menuju anoda.
Jika kecepatan ini melebihi kemampuan anoda untuk “menyerap” ion tersebut. Terutama saat baterai dingin atau hampir penuh. Dan sebagian lithium akan mengendap di permukaan anoda. Namun bukan masuk ke struktur internalnya. Endapan ini mengurangi jumlah lithium aktif yang bisa di gunakan untuk menyimpan energi. Sehingga kapasitas baterai berkurang dan performanya menurun seiring waktu. Faktor berikutnya adalah stres mekanis pada elektroda baterai. Proses pengisian cepat membuat ion masuk dan keluar dari material elektroda dengan sangat agresif. Perubahan cepat ini menimbulkan pemuaian dan penyusutan berulang pada struktur elektroda. Dalam jangka panjang, siklus tekanan ini dapat menimbulkan retakan mikro yang tidak terlihat secara kasat mata. Akan tetapi berdampak besar pada efisiensi dan umur pakai baterai. Tegangan tinggi saat fast charging juga berkontribusi pada degradasi. Untuk mencapai kecepatan pengisian maksimalnya tersebut.
Fakta Baterai Mobil Listrik Drop: Dampak DC Fast Charging
Selain itu, masih membahas Fakta Baterai Mobil Listrik Drop: Dampak DC Fast Charging. Dan fakta lainnya adalah:
Pengaruhnya Berbeda-Beda Tergantung Kondisi Dan Jenis Baterai
Tentu hal ini terhadap kesehatan baterai mobil listrik tidak bersifat seragam. Karena sangat bergantung pada kondisi penggunaan dan jenis baterai yang di gunakan. Pertama, jenis kimia baterai sangat menentukan tingkat ketahanannya terhadap fast charging. Baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), yang kini banyak di pakai pada mobil listrik generasi terbaru. Kemudian di kenal lebih stabil secara termal dan memiliki struktur kimia yang lebih tahan terhadap arus besar. Pada baterai LFP, efek degradasi akibat DC fast charging cenderung lebih lambat dan tidak terlalu signifikan. Meskipun di gunakan relatif sering. Inilah alasan baterai LFP banyak di pilih untuk kendaraan yang menargetkan umur pakai panjang dan biaya perawatan rendah. Sebaliknya, baterai berbasis NMC (Nickel Manganese Cobalt) atau NCA (Nickel Cobalt Aluminum). Terlebih yang unggul dalam kepadatan energi dan jarak tempuh. Maka akan lebih sensitif terhadap panas dan arus tinggi.
Pada jenis baterai ini, DC fast charging yang terlalu sering dapat mempercepat degradasi. Karena material kimianya lebih rentan terhadap stres termal dan fenomena seperti lithium plating. Akibatnya, penurunan kapasitas bisa terasa lebih cepat. Jika di bandingkan baterai LFP dan pola pengisiannya tidak terkontrol. Selain jenis baterai, kondisi suhu lingkungan juga berperan besar. Fast charging yang dilakukan di suhu ekstrem. Baik terlalu panas maupun terlalu dingin meningkatkan risiko degradasi. Pada suhu panas, baterai lebih mudah mengalami thermal stress. Sementara pada suhu dingin, risiko lithium plating meningkat. Karena pergerakan ion lithium menjadi kurang optimal. Mobil listrik dengan sistem pendingin dan pemanas baterai yang baik biasanya lebih mampu menekan risiko ini. Kondisi awal baterai saat dilakukan juga memengaruhi dampaknya. Pengisian cepat dari level baterai rendah.
Fakta Baterai Mobil Listrik Drop: Dampak DC Fast Charging Yang Justru Merusak
Selanjutnya juga masih membahas Fakta Baterai Mobil Listrik Drop: Dampak DC Fast Charging Yang Justru Merusak. Dan fakta lainnya adalah:
Studi Nyata Dan Data Pengguna Menunjukkan Hasil Beragam
Tentu kedua aspek ini terhadap degradasi baterai mobil listrik tidak selalu seragam. Dan seringkali lebih kompleks daripada anggapan umum. Dalam praktiknya, hasil di lapangan memperlihatkan variasi yang cukup besar antara satu kendaraan dengan kendaraan lain. Bahkan pada model yang sama. Hal ini terjadi karena kondisi penggunaan di dunia nyata jauh lebih beragam. Jika di bandingkan dengan pengujian laboratorium yang dilakukan dalam lingkungan terkontrol. Berdasarkan data penggunaan jangka panjang dari ribuan mobil listrik. Dan banyak kasus menunjukkan bahwa kendaraan yang cukup sering menggunakannya tidak selalu mengalami penurunan kapasitas baterai yang signifikan. Pada mobil listrik modern dengan sistem manajemen baterai yang baik.
Serta degradasi yang terjadi umumnya masih berada dalam batas wajar dan bertahap. Beberapa pengguna bahkan melaporkan bahwa setelah bertahun-tahun pemakaian dan puluhan ribu kilometer. Kemudian penurunan jarak tempuh masih relatif kecil. Meskipun fast charging di gunakan secara rutin saat bepergian jauh. Namun, data pengguna lain juga memperlihatkan hasil yang berbeda, terutama pada kendaraan yang mengandalkan fast charging hampir setiap hari. Atau beroperasi di lingkungan bersuhu ekstrem. Dalam kondisi tersebut, penurunan kapasitas baterai cenderung lebih cepat terasa. Hal ini menunjukkan bahwa fast charging bukan satu-satunya faktor penentu degradasi. Namun melainkan bagian dari kombinasi antara suhu lingkungan, frekuensi pengisian, kebiasaan mengisi hingga penuh. Serta total energi yang telah melewati baterai selama masa pakainya.
Jadi itu dia beberapa fakta tentang DC fast charging jadi pembunuh senyap dan bukan jadi Mitos Baterai EV.