
Jangan Sampai Nyesel! Cek 4 Risiko Mobil Hybrid Bekas Yang Wajib Kalian Ketahui Agar Nantinya Bisa Lebih Selektif. Selamat sore, para pemburu kendaraan ramah lingkungan! Tentu mobil hybrid kini menjadi primadona. Hemat BBM, canggih, dan stylish. Tak heran, banyak yang melirik unit bekas karena harganya lebih terjangkau. Namun, tunggu dulu! Di balik janji efisiensi, pembelian mobil hybrid bekas. Terlebih yang menyimpan 4 risiko besar yang wajib anda ketahui sebelum transaksi. Jangan Sampai Nyesel dan mengeluarkan biaya perbaikan berkali lipat! Serta yang membeli hybrid bekas berbeda total dengan membeli mobil konvensional. Ada komponen kunci yang menjadi jantung sistem hybrid yaitu baterai. Dan biaya penggantiannya bisa sangat mencekik dompet. Kami akan mengupas tuntas 4 titik risiko krusial ini. Mulai dari kondisi baterai hingga sejarah servis komponen elektronik kompleks.
Mengenai ulasan tentang Jangan Sampai Nyesel! cek 4 risiko mobil hybrid bekas telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.
Kondisi Baterai Traksi Bisa Sudah Menurun
Hal ini merupakan salah satu risiko paling besar ketika membeli mobil hybrid bekas. Karena komponen ini menjadi sumber tenaga utama bagi motor listrik dan berpengaruh langsung pada performa, efisiensi. Serta kenyamanan berkendara. Pada mobil yang telah di pakai bertahun-tahun, baterai traksi mengalami degradasi alami. Tentunya akibat siklus pengisian dan pengosongan yang terus berulang. Semakin sering mobil di gunakan di kondisi padat, stop-and-go. Atau pernah di pakai sebagai armada seperti taksi dan ride-hailing. Maka semakin cepat pula kapasitas baterainya menurun. Baterai yang terus bekerja pada suhu tinggi atau berada di lingkungan yang panas juga akan lebih mudah degradasi. Terlebih jika sistem pendingin baterai jarang di bersihkan. Sehingga aliran udara tersumbat dan membuat temperatur baterai naik. Selain itu, mobil yang pernah terendam banjir atau di simpan lama tanpa penggunaan juga bisa mengalami kerusakan.
Kemudian juga masih membahas Jangan Sampai Nyesel! Cek 4 Risiko Mobil Hybrid Bekas Yang Wajib Di Ketahui. Dan risiko lainnya adalah:
Riwayat Servis Tidak Jelas
Hal ini merupakan salah satu sumber risiko terbesar ketika membeli mobil hybrid bekas. Karena kendaraan jenis ini memiliki sistem yang lebih kompleks. Jika di bandingkan dengan mobil bermesin bensin biasa. Mobil hybrid bergantung pada koordinasi antara mesin bensin, motor listrik, inverter, baterai traksi. Dan juga berbagai modul elektronik bertegangan tinggi. Setiap komponen bekerja dalam keseimbangan yang di atur oleh sistem manajemen energi yang sensitif. Tanpa perawatan yang tepat dan teratur, salah satu komponen saja yang tidak di rawat dengan benar. Terlebih yang dapat memancing masalah berantai yang sulit di deteksi hanya dengan melihat kondisi fisik mobil. Atau mencobanya sebentar saat test drive. Ketika riwayat servis tidak lengkap atau bahkan tidak ada. Maka pembeli tidak bisa memastikan bagaimana mobil tersebut di perlakukan dan di rawat oleh pemilik sebelumnya.
Tidak adanya catatan servis berarti tidak ada bukti apakah baterai traksi pernah di periksa kondisinya. Dan apakah sistem pendingin baterai di bersihkan secara berkala. Atau apakah pembaruan software dan pemeriksaan modul elektronik sudah pernah dilakukan. Hal-hal yang tampak sepele seperti membersihkan kipas pendingin baterai pada Toyota atau Honda hybrid sebenarnya sangat penting. Jika tidak dilakukan, suhu baterai bisa terus meningkat dan mempercepat degradasi sel tanpa di sadari. Tanpa riwayat servis, pembeli juga tidak tahu apakah inverter atau converter pernah mengalami gejala awal kerusakan. Padahal kedua komponen ini sangat mahal jika mengalami masalah. Ketidakjelasan riwayat servis juga membuka kemungkinan bahwa mobil pernah mengalami kerusakan besar tetapi tidak di perbaiki di bengkel resmi. Namun di tangani bengkel yang belum tentu memahami sistem hybrid. Kesalahan penanganan seperti memasukkan oli mesin.
Selain itu, masih membahas Risiko Baterai Mahal? Fakta Beli Mobil Hybrid Seken. Dan fakta lainnya adalah:
Komponen Elektronik Lebih Banyak Dan Sensitif
Ia yang memiliki struktur teknologi yang jauh lebih kompleks di bandingkan mobil bermesin konvensional. Karena selain mengandalkan mesin bensin, kendaraan ini juga menggunakan motor listrik, inverter, baterai bertegangan tinggi. Kemudian dengan sistem manajemen energi, serta berbagai modul kontrol elektronik tambahan. Jumlah komponen elektronik yang lebih banyak inilah yang membuat mobil hybrid. Terlebihnya yang lebih sensitif terhadap kondisi pemakaian, suhu, kelembapan. Dan hingga cara perawatan pemilik sebelumnya. Ketika membeli unit bekas, kondisi komponen-komponen elektronik ini seringkali tidak terlihat secara kasat mata. Akan tetapi dapat menjadi sumber masalah serius jika sebelumnya tidak di rawat atau pernah mengalami gangguan. Pada mobil hybrid, inverter dan converter adalah dua komponen paling vital setelah baterai traksi. Inverter bertugas mengubah arus DC dari baterai menjadi arus AC untuk menggerakkan motor listrik.
Sementara converter menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan 12V untuk sistem kelistrikan biasa. Kedua komponen ini bekerja pada suhu yang tinggi. Dan membutuhkan pendinginan yang stabil. Jika mobil pernah mengalami panas berlebih, ventilasi tersumbat, atau sistem pendingin tidak di rawat. Maka inverter dapat mengalami penurunan performa atau kerusakan internal. Masalah pada inverter sering kali tidak langsung terlihat. Akan tetapi mulai muncul dalam bentuk getaran halus, tarikan yang tidak konsisten, munculnya lampu peringatan, atau mode darurat (limp mode). Kerusakan komponen ini memiliki biaya perbaikan yang sangat mahal. Sehingga ketidaktahuan terhadap riwayat perawatannya menjadi risiko besar bagi pembeli mobil hybrid bekas. Selain inverter, motor listrik dan modul kontrol hybrid (ECU hybrid) juga sangat sensitif terhadap kelembapan dan gangguan sistem kelistrikan. Mobil hybrid yang pernah terendam banjir, terkena kebocoran air, atau berada di lingkungan lembap dalam jangka panjang berisiko tinggi.
Selanjutnya juga masih membahas Risiko Baterai Mahal? Fakta Beli Mobil Hybrid Seken Yang Harus Di Pahami. Dan fakta lainnya adalah:
Risiko Kerusakan Sistem Pendingin Baterai
Hal ini merupakan komponen vital dalam mobil hybrid karena baterai traksi selalu bekerja pada tegangan dan temperatur tinggi. Agar baterai tetap stabil, setiap pabrikan merancang sistem pendingin khusus yang berbeda-beda. Terlebih ada yang menggunakan aliran udara dengan kipas, ada yang memakai liquid cooling. Dan ada juga yang memakai kombinasi sensor suhu, saluran udara, dan kipas elektrik. Ketika sistem pendingin bekerja dengan baik. Kemudian suhu baterai akan tetap optimal sehingga umur sel lebih panjang dan performa motor listrik tetap kuat. Namun pada unit bekas, sistem pendingin baterai sering kali menjadi komponen yang paling di abaikan dalam perawatan. Sehingga ketika mengalami penurunan fungsi. Kemudian juga kerusakannya tidak selalu terdeteksi, tetapi dampaknya bisa sangat besar.
Pada banyak mobil hybrid, terutama yang menggunakan pendinginan berbasis kipas dan ducting udara. Dan kerusakan sistem pendingin baterai sering di sebabkan oleh penumpukan debu, rambut, serat kain. Atau kotoran yang menempel pada saluran udara dan kipas. Jika mobil sering membawa penumpang di kursi belakang, sering di gunakan oleh pemilik yang memiliki hewan peliharaan, atau sering menyimpan barang di area dekat intake udara baterai. Kemudian tumpukan kotoran bisa semakin cepat terjadi. Kipas yang kotor akan bekerja lebih berat, menghasilkan aliran udara lebih sedikit. Dan akhirnya tidak mampu menjaga temperatur baterai tetap stabil. Dalam kondisi panas, sel baterai akan lebih cepat kehilangan kapasitas. Serta mulai tidak seimbang antara satu modul dengan modul lainnya.
Jadi itu dia 4 risiko mobil hybrid bekas yang wajib di ketahui sebelum membeli dan Jangan Sampai Nyesel!