Damkar Pasuruan

Damkar Pasuruan Evakuasi Ular Piton di Warung Kopi, Pengunjung Panik

Damkar Pasuruan Evakuasi Ular Piton Di Warung Kopi, Pengunjung Panik Di Sebuah Warung Kopi Di Desa Ranggeh, Kecamatan Gondang Wetan. Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mendadak berubah tegang setelah seekor ular piton berukuran besar masuk ke area warung. Keberadaan reptil tersebut membuat pengunjung dan karyawan panik sehingga pemilik warung memilih meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (25/8/2026) pagi. Ular berukuran sekitar lima meter itu di ketahui masuk ke area warung sebelum kemudian bersembunyi di bagian gudang. Keberadaannya bahkan sempat terekam kamera CCTV.

Ular Masuk dari Arah Selokan

Pemilik warung, Muhammad Suudi (30), menduga ular tersebut masuk dari selokan yang berada tidak jauh dari lokasi usaha. Dari selokan, ular kemudian bergerak menuju area warung dan masuk ke bagian gudang.

Kemunculan ular baru benar-benar di ketahui ketika seorang pembeli melihat keberadaan reptil tersebut. Saat melangkah masuk ke warung, pembeli itu melihat ular di lantai dan langsung terkejut.

Ia kemudian menjauh sambil memberitahu karyawan mengenai keberadaan ular. Situasi pun sontak menjadi heboh karena ukuran piton yang cukup besar membuat warga tidak berani menangkapnya sendiri.

Pemilik Warung Hubungi Damkar Pasuruan

Daripada mengambil risiko, pemilik warung segera menghubungi Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan. Petugas kemudian datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Keputusan meminta bantuan petugas menjadi langkah yang tepat mengingat ular piton berukuran besar dapat memberikan risiko jika di tangani oleh orang yang tidak memiliki pengalaman.

Petugas Damkar kemudian melakukan pengecekan terhadap lokasi persembunyian ular. Tim harus berhati-hati agar ular tidak melarikan diri ke tempat lain atau menyerang ketika proses evakuasi berlangsung.

Setelah berhasil di amankan, ular tersebut di masukkan ke dalam kantong untuk selanjutnya di tangani oleh petugas.

Ular Sempat Bersembunyi di Gudang

Sebelum dievakuasi, piton tersebut diketahui bergerak menuju gudang yang berada di area warung. Tempat yang relatif gelap dan banyak barang membuat ular memiliki ruang untuk bersembunyi.

Situasi seperti ini tentu membuat proses pencarian menjadi lebih sulit. Petugas harus memastikan posisi ular terlebih dahulu sebelum melakukan penangkapan.

Kemunculan ular di tempat usaha juga menjadi perhatian karena warung kopi merupakan lokasi yang didatangi masyarakat. Jika ular tidak segera diamankan, keberadaannya dapat membahayakan pengunjung maupun pekerja.

Beruntung, warga memilih tidak melakukan penangkapan secara sembarangan dan menyerahkan proses tersebut kepada petugas yang memiliki perlengkapan serta pengalaman.

Di duga Mencari Tempat Berlindung

Kemunculan ular piton di sekitar permukiman sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya tidak biasa, terutama ketika habitat alaminya berada tidak jauh dari kawasan masyarakat.

Selokan, semak, kebun, dan area yang memiliki banyak tempat persembunyian dapat menjadi jalur bagi ular untuk berpindah tempat. Ular juga dapat masuk ke lingkungan manusia ketika mencari makanan atau tempat yang di anggap aman.

Dalam kasus di warung kopi tersebut, ular di duga berasal dari lingkungan sekitar sebelum masuk melalui area selokan. Namun, penyebab pasti ular masuk ke lokasi tersebut tidak dapat di pastikan hanya dari dugaan tersebut.

Warga Di imbau Tidak Menangkap Sendiri

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular berukuran besar seorang diri.

Piton memang bukan ular berbisa, tetapi memiliki tubuh kuat dan dapat melilit ketika merasa terancam. Risiko menjadi lebih besar apabila ular berukuran panjang dan berada di ruang sempit.

Jika menemukan ular besar di rumah, warung, gudang, atau lingkungan sekitar, masyarakat sebaiknya menjaga jarak dan menghubungi petugas terkait. Area tersebut juga perlu di kosongkan agar tidak ada orang yang mendekat dan memicu ular menjadi agresif.

Langkah sederhana tersebut dapat mencegah terjadinya kecelakaan baik pada manusia maupun hewan.