Site icon BeritaPopuler24

Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal

Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal

Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal

Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal Untuk Sebuah Cara Mengatasi Stunting Dan Peningkatan Gizi. Halo para pemangku kepentingan pangan dan keluarga Indonesia! Tentu ada kabar gembira datang dari sektor pertanian. Terlebih yang membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas gizi di Tanah Air! Menyadari tantangan serius berupa stunting dan kurang gizi yang masih menghantui. Dan Perpadi Ambil Langkah berani dan strategis. Bukan sekadar wacana, mereka kini siap merealisasikan produksi beras fortifikasi secara massal! Ini adalah sebuah terobosan penting di mana beras. Serta komoditas utama yang di konsumsi hampir setiap hari. Kemudian di perkaya dengan mikronutrien esensial seperti zat besi, seng, dan vitamin. Tujuannya jelas: mengubah makanan pokok kita menjadi benteng pertahanan gizi yang efektif. Langkah masif ini menandai komitmen seriusnya untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan perut. Namun juga menguatkan pondasi kesehatan bangsa, khususnya generasi mendatang. Mari kita dukung penuh inisiatif strategisnya ini!

Mengenai ulasan tentang Perpadi Ambil Langkah: produksi beras fortifikasi massal telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

PERPADI Berencana Memproduksi Beras Fortifikasi

Mereka kini yang tengah menyiapkan langkah strategis untuk memproduksi beras fortifikasi. Tentunya yakni beras yang telah di perkaya dengan berbagai zat gizi mikro penting seperti zat besi (Fe), seng (Zn). Dan juga asam folat, vitamin B1, dan B12. Langkah ini di ambil sebagai upaya nyata mendukung program pemerintah dalam menekan angka stunting. Serta juga untuk mengatasi kekurangan gizi di Indonesia. Tentu mereka menilai bahwa fortifikasi beras merupakan solusi yang efektif. Karena beras merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Dengan menambahkan mikronutrien ke dalam beras yang di konsumsi setiap hari, masyarakat dapat memperoleh asupan gizi lebih seimbang. Dan juga tanpa harus mengubah pola makan secara signifikan. Untuk mewujudkan hal tersebut, mereka telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak seperti TecnoServe, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan juga Perum Bulog.

Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal Untuk Atasi Stunting

Kemudian juga masih membahas Perpadi Ambil Langkah: Produksi Beras Fortifikasi Massal Untuk Atasi Stunting. Dan fakta lainnya adalah:

Beras Fortifikasi Di Perkaya Dengan Zat Gizi Mikro

Ia merupakan inovasi pangan yang bertujuan untuk meningkatkan kandungan gizi dalam beras. Tentunya melalui proses penambahan zat gizi mikro penting yang di butuhkan tubuh. Fortifikasi ini dilakukan agar makanan pokok masyarakat Indonesia, yaitu beras. Dan tidak hanya menjadi sumber karbohidrat. Akan tetapi juga menyediakan unsur gizi lain yang berperan dalam pertumbuhan, perkembangan otak, dan daya tahan tubuh. Dalam programnya yang di dukung oleh mereka dan pemerintah. Dan terdapat beberapa zat gizi mikro utama yang di tambahkan ke dalam butiran beras, di antaranya:

Proses fortifikasi dilakukan dengan mencampurkan butiran beras khusus (fortified kernels). Terlebih yang sudah mengandung mikronutrien ke dalam beras biasa dengan rasio tertentu, biasanya 1:100. Dengan cara ini, masyarakat tetap bisa mengonsumsi nasi seperti biasa tanpa perbedaan rasa, aroma. Maupun tekstur, tetapi dengan kandungan gizi yang jauh lebih tinggi. Penerapannya menjadi salah satu strategi nasional untuk menekan angka stunting.

Lawan Stunting! Perpadi Siap Produksi Beras Kaya Gizi

Selain itu, masih membahas Lawan Stunting! Perpadi Siap Produksi Beras Kaya Gizi. Dan fakta lainnya adalah:

Program Ini Mendukung Perpres No. 72 Tahun 2021

Hal ini merupakan langkah penting yang mendukung pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Peraturan ini menjadi dasar hukum dan panduan nasional dalam mempercepat penanganan masalah stunting di Indonesia. Tentunya melalui pendekatan yang menyeluruh dan melibatkan banyak sektor. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah menekankan pentingnya peningkatan akses masyarakat terhadap pangan bergizi seimbang. Terlebihnya sebagai salah satu strategi utama untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Dalam konteks inilah, upaya mereka memproduksi beras fortifikasi menjadi sangat relevan. Beras yang telah di perkaya dengan zat gizi mikro seperti zat besi, seng, asam folat. Dan juga vitamin B kompleks di harapkan mampu menjadi sumber gizi tambahan yang efektif. Karena beras merupakan makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Program ini sekaligus memperkuat pilar ketiga dari Perpres 72 Tahun 2021.

Terlebihnya yaitu peningkatan akses terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan dasar. Dengan menyediakan beras bergizi yang bisa di konsumsi secara luas tanpa mengubah pola makan masyarakat. Mereka membantu pemerintah menghadirkan solusi praktis bagi keluarga yang berisiko kekurangan gizi. Terutama di wilayah dengan angka stunting tinggi. Selain itu, inisiatif ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor sebagaimana di amanatkan dalam Perpres tersebut. Dan juga mereka bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan lembaga mitra seperti TecnoServe. Terlebihnya dalam pengembangan kapasitas, distribusi. Serta pelatihan teknis produksi beras fortifikasi sesuai dengan standar nasional (SNI). Sinergi ini di harapkan dapat memperluas jangkauan distribusi beras fortifikasi. Serta hingga ke daerah-daerah yang paling membutuhkan. Dampak positif dari program ini bukan hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat. Akan  tetapi juga membantu menurunkan prevalensi anemia. Dan juga mengenai stunting pada ibu hamil serta anak-anak.

Lawan Stunting! Perpadi Siap Produksi Beras Kaya Gizi Yang Jadi Misi Mereka

Selanjutnya juga masih membahas Lawan Stunting! Perpadi Siap Produksi Beras Kaya Gizi Yang Jadi Misi Mereka. Dan fakta lainnya adalah:

Mereka Bekerjasama Dengan TecnoServe, Bapanas, Dan Bulog

Program produksi ini melalui kerja sama strategis dengan berbagai lembaga. Terlebihnya di antaranya TecnoServe, Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Perum Bulog. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat kapasitas industri beras nasional. Tentunya agar mampu menghasilkan produk bergizi tinggi yang dapat membantu pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Dan mengatasi kekurangan gizi di Indonesia. Kerja sama dengan TecnoServe, sebuah organisasi internasional nirlaba yang fokus pada pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan. Maka akan dilakukan dalam bentuk pelatihan teknis (bimbingan teknis/bimtek) bagi para pelaku penggilingan padi. Melalui kegiatan ini, TecnoServe membantu mereka dalam mentransfer pengetahuan. Serta teknologi produksi beras fortifikasi yang sesuai dengan standar nasional (SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025).

Bimtek ini juga meliputi pengenalan alat fortifikasi, metode pencampuran butiran beras bergizi (fortified kernels). Serta hingga cara menjaga stabilitas kandungan gizi selama proses penggilingan. Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) berperan sebagai lembaga pemerintah yang mengatur arah kebijakan. Dan koordinasi distribusi pangan nasional. Dalam kerja sama ini, Bapanas mendukung upaya mereka melalui program bantuan pangan bergizi. Tentunya di mana beras fortifikasi mulai disalurkan kepada keluarga penerima manfaat di daerah rawan stunting. Contohnya seperti di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting. Kemudian yang menekankan pentingnya akses masyarakat terhadap pangan bergizi dan seimbang. Adapun Perum Bulog, sebagai lembaga yang mengelola logistik dan ketersediaan beras nasional. Terlebih ikut berperan dalam distribusi dan pemasaran beras fortifikasi.

Jadi itu dia beberapa fakta mengenai produksi beras fortifikasi massal terkait Perpadi Ambil Langkah.

Exit mobile version