Site icon BeritaPopuler24

Kasus Chromebook: Jaksa Tegur Saksi, “Nggak Usah Cengengesan, Bos!”

Kasus Chromebook: Jaksa Tegur Saksi, “Nggak Usah Cengengesan, Bos!”

Kasus Chromebook Memanas Di Sidang Tipikor, Jaksa Menegur Saksi Yang Tertawa Saat Beri Keterangan Penting Pengadaan Laptop

Kasus Chromebook Memanas Di Sidang Tipikor, Jaksa Menegur Saksi Yang Tertawa Saat Beri Keterangan Penting Pengadaan Laptop. Suasana sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memanas di Pengadilan Tipikor Jakarta. Jaksa penuntut umum (JPU) melontarkan teguran keras kepada seorang saksi yang di nilai tidak serius saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Teguran itu terjadi ketika saksi bernama Indra Nugraha, yang di ketahui menjabat Sales Manager PT Bhinneka Mentaridimensi, beberapa kali memberikan jawaban yang di anggap tidak tegas dan cenderung di sampaikan sambil tertawa. Jaksa pun langsung menegur dengan nada tinggi, meminta saksi menghormati jalannya persidangan.

“Nggak usah cengengesan, Bos. Serius ini sidang,” kata jaksa di ruang sidang, membuat suasana seketika menjadi tegang.

Kejadian itu kemudian menjadi sorotan karena menunjukkan ketegasan jaksa dalam menggali keterangan, sekaligus mencerminkan pentingnya sidang ini sebagai proses pembuktian dalam perkara yang melibatkan anggaran negara.

Jaksa Nilai Jawaban Saksi Berputar-putar

Dalam persidangan, jaksa menanyakan berbagai hal terkait komunikasi dan pertemuan pihak perusahaan dengan pejabat di Kemendikbudristek. Salah satu yang di bahas adalah pertemuan di sebuah hotel di Jakarta, yang di sebut di hadiri oleh sejumlah pihak dari kementerian serta perusahaan. Jaksa Nilai Jawaban Saksi Berputar-putar.

Jaksa menyoroti apakah dalam pertemuan tersebut hanya ada satu penyedia atau ada pihak lain yang ikut hadir. Indra sempat menjawab ia tidak mengetahui, lalu mengatakan “sepertinya tidak ada.” Jawaban ini di nilai jaksa menggantung dan tidak menampilkan kepastian, padahal saksi berada di posisi penting sebagai pihak perusahaan.

Saat jaksa menegaskan kembali, saksi justru tertawa kecil. Di sinilah teguran keras muncul. Jaksa mengingatkan bahwa sidang bukan forum santai dan semua jawaban harus di sampaikan dengan jelas serta penuh tanggung jawab.

“Saya Mantan Sales, Saya Tahu”

Menariknya, jaksa juga menyampaikan bahwa di rinya memahami dunia marketing sehingga bisa membaca pola jawaban saksi. Jaksa mengaku pernah berada di lingkungan yang sama dengan saksi, sehingga meminta agar saksi memberikan keterangan tanpa gaya menghindar.

“Saya dulu mantan marketing, sales. Saya tahu. Sesama komunitas kita tahu,” ujar jaksa saat menegur saksi.

Pernyataan itu menjadi penekanan bahwa jaksa menilai saksi seharusnya bisa menjelaskan situasi pertemuan secara detail, bukan menjawab setengah-setengah.

Setelah di tegur, saksi akhirnya menegaskan bahwa ia tidak melihat adanya penyedia lain dalam pertemuan tersebut.

Kasus Chromebook Jadi Perhatian Publik

Sidang kasus ini menarik perhatian publik karena berkaitan dengan pengadaan perangkat teknologi pendidikan yang nilainya di sebut sangat besar. Chromebook yang sedianya di gunakan untuk mendukung digitalisasi pembelajaran justru menjadi masalah hukum setelah muncul dugaan korupsi serta pengaturan proses pengadaan.

Dalam perkara ini, beberapa terdakwa disebut berasal dari internal Kemendikbudristek, termasuk pejabat terkait program pendidikan. Jaksa pun berupaya menelusuri alur komunikasi, perencanaan pengadaan, serta keterlibatan pihak penyedia. Kasus Chromebook Jadi perhatian Publik.

Keterangan saksi-saksi dari kalangan perusahaan dinilai penting untuk membuktikan apakah pengadaan berjalan sesuai prosedur atau ada dugaan pengaturan sejak awal.

Sidang Jadi Ujian Etika dan Profesionalitas

Momen jaksa menegur saksi dengan kalimat “nggak usah cengengesan” juga menjadi catatan penting dalam proses persidangan. Selain menyorot substansi perkara, peristiwa itu menekankan bahwa proses hukum harus dijalankan dengan sikap serius, apalagi menyangkut uang negara dan kepentingan publik.

Sidang kasus pengadaan Chromebook masih akan berlanjut dengan pemeriksaan saksi-saksi lainnya. Publik pun menanti bagaimana fakta-fakta persidangan akan mengungkap lebih jauh dugaan penyimpangan dalam proyek teknologi pendidikan tersebut.

Exit mobile version