Site icon BeritaPopuler24

Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini!

Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini!

Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini!

Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini Yang Masuk Dalam Penjelasan Ahli Secara Ilmiahnya. Halo semua! Siapa yang tidak terpesona dengan keindahannya? Terlebih fenomena alam yang sering disebut “cahaya utara” atau “cahaya selatan”. Dan hal ini memang selalu berhasil membuat kita takjub. Kita sering melihatnya berwarna hijau. Akan tetapi tahukah kalian bahwa aurora bisa muncul dalam berbagai warna, seperti merah, biru, atau bahkan ungu? Serta misteri di balik spektrum warna yang berbeda ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang sangat menarik. Kemudian juga dengan warna-warni aurora bukanlah sekadar kebetulan. Namun melainkan hasil dari interaksi partikel-partikel. Terlebihnya dari Matahari dengan berbagai gas di atmosfer Bumi. Setiap warna yang kita lihat adalah petunjuk tentang jenis gas apa yang sedang “berinteraksi” di ketinggian tertentu. Penasaran apa Fakta Unik Aurora? Mari kita selami fakta uniknya bersama-sama!

Mengenai ulasan tentang Fakta Unik Aurora: ternyata beda warna di sebabkan oleh ini telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Proses Dasar Terbentuk Warnanya

Tentu hal ini di mulai dari interaksi antara partikel bermuatan dari matahari dengan atmosfer bumi. Matahari secara terus-menerus melepaskan solar wind atau angin matahari. Terlebihnya yaitu aliran partikel bermuatan. Terutama elektron dan proton. Karena yang bergerak sangat cepat di ruang angkasa. Saat badai matahari terjadi atau aktivitas matahari meningkat. Dan juga jumlah serta energi partikel ini menjadi lebih besar. Ketika partikel bermuatan tersebut mendekati bumi. Maka mereka di arahkan dan di percepat oleh medan magnet bumi menuju daerah kutub utara dan selatan. Di area inilah partikel-partikel itu menembus lapisan atas atmosfer. Saat memasuki atmosfer, partikel bermuatan bertabrakan dengan atom dan molekul gas, seperti oksigen dan nitrogen. Tabrakan ini memindahkan energi ke atom atau molekul. Sehingga membuatnya berada dalam keadaan “tereksitasi” atau tingkat energi lebih tinggi. Setelah beberapa saat, atom atau molekul yang tereksitasi.

Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini! Kata Ahlinya

Kemudian juga masih membahas Fakta Unik Aurora: Ternyata Beda Warna Di Sebabkan Oleh Ini! Kata Ahlinya. Dan penjelasan lainnya adalah:

Peran Jenis Gas Di Atmosfer

Jenis gas di atmosfer memiliki peran yang sangat menentukan dalam membentuk beragam warnanya yang memukau. Dan prosesnya di mulai ketika partikel bermuatan dari matahari. Contohnya seperti elektron dan proton, yang terbawa angin matahari memasuki atmosfer bumi. Dan juga bertabrakan dengan molekul atau atom gas. Setiap jenis gas memiliki sifat unik yang membuatnya memancarkan cahaya dengan panjang gelombang berbeda ketika tereksitasi. Sehingga menghasilkan warna khas. Oksigen, yang menjadi salah satu komponen utama atmosfer,. Kemudian juga memancarkan warna hijau terang pada ketinggian sekitar 100–150 kilometer. Terlebih yang merupakan warna aurora paling umum terlihat di langit kutub. Di ketinggian yang lebih tinggi, di atas 200 kilometer. Maka oksigen jarang mengalami tumbukan. Sehingga dapat memancarkan cahaya merah lembut yang lebih langka. Dan biasanya terlihat pada puncak aurora.

Sementara itu, nitrogen molekuler memiliki karakteristik berbeda. Tentunya di mana pada ketinggian rendah di bawah 100 kilometer. Namun ia dapat memancarkan cahaya biru terang. Apabila cahaya biru nitrogen ini berpadu dengan cahaya merah dari oksigen. Karena yang akan terbentuk warna ungu. Ataupun merah muda yang sering menghiasi bagian bawah aurora. Ada pula nitrogen ionik, yaitu nitrogen yang telah kehilangan elektron. Tentunya akibat energi tumbukan yang sangat tinggi. Serta yang mampu memancarkan cahaya ungu kemerahan. Lalu seringkali muncul ketika ia di picu oleh badai matahari dengan intensitas kuat. Kombinasi dari semua interaksi ini, di tambah perbedaan ketinggian dan variasi energi partikel. Maka menciptakan tampilan aurora yang penuh gradasi warna. Mulai dari hijau, merah, biru, ungu, hingga merah muda. Karena prosesnya berlangsung secara dinamis dan serentak di berbagai lapisan atmosfer. Maka perpaduan berlapis terus berubah.

Ahli Jelaskan Kenapa Aurora Memiliki Spektrum Warna Yang Berbeda

Selain itu, masih membahas Ahli Jelaskan Kenapa Aurora Memiliki Spektrum Warna Yang Berbeda. Dan penjelasan lainnya adalah:

Pengaruh Ketinggian

Ketinggian di atmosfer tempat terjadinya tabrakan antara partikel bermuatan dari matahari dengan atom. Ataupun dengan molekul gas bumi memiliki pengaruh langsung terhadap warnanya yang terlihat. Hal ini di sebabkan oleh perbedaan kepadatan udara. Kemudia juga dengan jenis gas yang dominan. Dan juga durasi atom atau molekul dalam memancarkan cahaya. Tentunya hal ini terjadi setelah tereksitasi pada lapisan-lapisan atmosfer yang berbeda. Pada ketinggian di atas 200 kilometer, atmosfer sangat tipis. Sehingga partikel oksigen jarang mengalami tabrakan berulang. Dalam kondisi ini, oksigen dapat memancarkan cahaya merah dengan panjang gelombang sekitar 630 nanometer. Kemudian proses pelepasan energi ini berlangsung lambat. Maka warna merah hanya muncul di lapisan atas aurora dan sering tampak samar. Di ketinggian menengah, sekitar 100–150 kilometer. Dan oksigen berada pada kondisi ideal untuk memancarkan cahaya hijau terang. Tentunya dengan panjang gelombang sekitar 557,7 nanometer.

Warna hijau ini adalah yang paling umum terlihat. Karena intensitasnya cukup kuat. Serta juga yang berada pada ketinggian yang mudah teramati dari permukaan bumi. Sementara itu, pada ketinggian rendah, di bawah 100 kilometer. Maka udara menjadi lebih padat, sehingga partikel bermuatan. Terlebihnya dapat memicu cahaya dari nitrogen molekuler dan nitrogen ionik. Nitrogen molekuler dapat menghasilkan cahaya biru. Sedangkan nitrogen ionik menghasilkan warna ungu kemerahan. Pada ketinggian rendah ini pula kombinasi warna sering terbentuk. Misalnya ungu atau merah muda. Akibat bercampurnya cahaya biru nitrogen dengan cahaya merah dari oksigen. Dengan demikian, variasi ketinggian interaksi menciptakan lapisan-lapisan warna berbeda dalam aurora. Warna merah biasanya berada di puncak, hijau mendominasi bagian tengah. Dan ungu atau biru menghiasi bagian bawah. Kombinasi inilah yang membuat aurora terlihat seperti tirai cahaya berwarna-warni yang terus berubah di langit malam kutub.

Ahli Jelaskan Kenapa Aurora Memiliki Spektrum Warna Yang Berbeda Dan Terlihat Menakjubkan

Selanjutnya juga masih membahas Ahli Jelaskan Kenapa Aurora Memiliki Spektrum Warna Yang Berbeda Dan Terlihat Menakjubkan. Dan fakta lainnya karena:

Energi Partikel Dari Matahari

Hal ini merupakan faktor utama yang menentukan intensitas dan variasi warna aurora. Matahari secara terus-menerus melepaskan aliran partikel bermuatan. Tentunya seperti elektron dan proton, yang di kenal sebagai angin matahari (solar wind). Kecepatan dan energi partikel ini bervariasi. Dan akan meningkat secara signifikan ketika terjadi letupan besar. Terlebihnya seperti solar flare atau coronal mass ejection (CME). Semakin besar energinya, semakin dalam partikel-partikel tersebut. Karena yang dapat menembus lapisan atmosfer bumi sebelum kehilangan kecepatannya. Partikel dengan energi rendah cenderung berinteraksi di lapisan atmosfer atas. Kemudian pada ketinggian di atas 200 kilometer. Di sini, oksigen jarang mengalami tumbukan berulang sehingga dapat memancarkan cahaya merah yang lembut.

Warna merah ini memerlukan waktu pelepasan energi yang lebih lama. Sehingga hanya dapat terbentuk jika tidak terganggu oleh tumbukan cepat di lapisan padat. Partikel dengan energi menengah mampu menembus hingga ketinggian 100–150 kilometer,. Tentunya di mana oksigen memancarkan cahaya hijau terang. Warna hijau ini sangat dominan dalam penampakan aurora. Berkat intensitas cahayanya lebih kuat dan lebih mudah ditangkap mata manusia. Sementara itu, partikel dengan energi tinggi dapat menembus lebih dalam. Hingga di bawah 100 kilometer. Pada lapisan yang lebih padat ini, nitrogen molekuler. Dan nitrogen ionik lebih sering terlibat dalam tabrakan. Serta juga menghasilkan warna biru, ungu, atau merah muda. Energi tinggi juga memungkinkan kombinasi warna terbentuk akibat percampuran cahaya dari berbagai jenis gas.

Jadi itu dia beberapa penjelasan ahli mengenai pembentukan warna dari berbagai Fakta Unik Aurora.

Exit mobile version