Site icon BeritaPopuler24

Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal

Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal

Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal

Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal Sebanyak 57 Persen Dalam Mensejahterakan Warga Sekitarnya. Halo teman-teman, khususnya yang peduli dengan kemajuan ekonomi daerah! Di tengah persaingan industri yang ketat. Dan juga peran perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal menjadi sangat penting. Mereka, sebuah perusahaan terkemuka di sektor energi, kembali menunjukkan komitmennya yang kuat. Tentunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Elnusa Dorong yang tidak hanya fokus pada ekspansi bisnis. Akan tetapi juga pada dampak positif yang mereka berikan kepada komunitas sekitar. Salah satu bukti nyatanya adalah dengan penyerapan tenaga kerja lokal yang mencapai angka luar biasa, yaitu 57 persen. Kebijakan ini tidak hanya mengurangi angka pengangguran. Akan tetapi juga memutar roda perekonomian setempat.

Mengenai ulasan tentang Elnusa Dorong ekonomi daerah dengan serap tenaga lokal telah di lansir sebelumnya oleh kompas.com.

Jumlah Dan Proporsi

Tentu kedua aspek ini menjadi salah satu fakta menarik yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat daerah. Dari total 1.721 tenaga kerja lapangan yang terlibat dalam berbagai proyek. Dan kemudian tercatat sebanyak 978 orang di antaranya merupakan tenaga kerja lokal atau anak daerah. Serta angka ini setara dengan 57 persen, yang berarti lebih dari separuh pekerja lapangan di mana mereka berasal. Terlebihnya dari masyarakat sekitar lokasi operasional perusahaan. Proporsi tersebut mencerminkan bahwa Elnusa tidak hanya fokus pada kebutuhan operasional semata. Akan tetapi juga memberi ruang yang luas bagi keterlibatan sumber daya manusia dari daerah tempat mereka beroperasi. Distribusi tenaga kerja lokal ini tidak terpusat di satu wilayah. Namun melainkan tersebar di berbagai lokasi operasi seperti Balikpapan, Prabumulih, Jambi, hingga Pekanbaru. Dengan sebaran yang cukup merata, dampak ekonomi yang di timbulkan pun lebih luas. Karena dengan penghasilan dari pekerjaan tersebut langsung berputar di masyarakat setempat.

Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal Sebanyak 57%

Kemudian juga masih membahas Elnusa Dorong Ekonomi Daerah Dengan Serap Tenaga Lokal Sebanyak 57%. Dan fakta lainnya adalah:

Sebaran Lokasi

Tentu hal ini menggambarkan strategi perusahaan dalam memberdayakan masyarakat di berbagai daerah operasionalnya. Serta sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dari total 1.721 pekerja lapangan yang terlibat dalam berbagai proyek. Dan ada sebanyak 978 orang atau sekitar 57 persen adalah tenaga kerja lokal. Kemudian menandakan bahwa lebih dari separuh karyawan lapangan mereka berasal dari wilayah sekitar tempat perusahaan beroperasi. Proporsi ini tidak hanya menunjukkan komitmen mereka terhadap pemberdayaan masyarakat. Akan tetapi juga menegaskan upaya perusahaan untuk memastikan bahwa manfaat ekonomi. Tentunya dari operasionalnya dapat di rasakan secara langsung oleh masyarakat setempat. Para tenaga kerja lokal ini tersebar di sejumlah lokasi strategis yang memiliki peran penting dalam industri energi nasional. Salah satunya adalah Balikpapan, Kalimantan Timur. Karena yang di kenal sebagai salah satu pusat industri migas di Indonesia. Kehadiran tenaga kerja lokal di Balikpapan tidak hanya mendukung kelancaran operasional perusahaan.

Akan tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat setempat dalam sektor industri yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, Prabumulih di Sumatera Selatan menjadi lokasi penting bagi Elnusa. Karena daerah ini merupakan penghasil energi, khususnya gas bumi. Penyerapan tenaga kerja lokal di Prabumulih memungkinkan masyarakat setempat mendapatkan akses pekerjaan yang layak. Dan pelatihan teknis yang mendorong keterampilan mereka meningkat. Di wilayah Jambi, mereka menjalankan program pemberdayaan yang lebih luas melalui inisiatif seperti UMKM Academy. Serta yang membantu pengembangan usaha kecil dan menengah lokal. Contohnya, Aksena Snack, sebuah usaha olahan tempoyak. Kemudian berhasil meningkatkan omzet dan memberdayakan komunitas setempat. Tentunya melalui dukungan operasional dan pelatihan dari Elnusa. Program semacam ini memperlihatkan bahwa penyerapan tenaga kerja lokal oleh mereka tidak hanya terbatas pada pekerjaan lapangan. Akan tetapi juga mencakup pengembangannya.

ELSA Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Serap 57% Tenaga Sekitar

Selain itu, masih membahas ELSA Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Serap 57% Tenaga Sekitar. Dan fakta lainnya adalah:

Komitmen Terhadap SDGs

PT ELSA, sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina. Kemudian juga menunjukkan komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tentunya melalui berbagai inisiatif yang berfokus pada pemberdayaan tenaga kerja lokal. Salah satu langkah nyata perusahaan adalah dengan menyerap 978 tenaga kerja lokal. Serta yang setara dengan 57% dari total 1.721 pekerja lapangan. Dan yang tersebar di berbagai wilayah operasional Elnusa. Penyerapan tenaga kerja lokal ini sejalan dengan pencapaian SDGs poin 8. Kemudian yang menekankan pentingnya menciptakan pekerjaan yang layak. Dan juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan melibatkan masyarakat setempat dalam operasional perusahaan. Serta mereka tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaa. Akan tetapi juga berkontribusi pada peningkatan keterampilan. Kemudian juga dengan kapasitas sumber daya manusia di daerah tersebut. Program pelatihan dan pembekalan kompetensi kerja yang di berikan oleh mereka. Terlebihnya memastikan bahwa tenaga kerja lokal tidak hanya siap secara teknis.

Namun juga memiliki daya saing tinggi di industri energi yang terus berkembang. Kehadiran tenaga kerja lokal di berbagai wilayah operasionalnya. Contohnya seperti Balikpapan, Prabumulih, Jambi, Cirebon, Indramayu, Samarinda, Muara Enim, Bojonegoro, dan Pekanbaru. Dan juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan pendapatan masyarakat melalui upah kerja. Serta keberadaan tenaga kerja lokal juga memperkuat hubungan sosial antara perusahaan dan komunitas setempat. Hal ini menciptakan lingkungan yang harmonis dan saling mendukung. Tentunya yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan program pelatihan yang berkelanjutan. Ia menunjukkan komitmennya dalam mendukung pencapaian SDGs. Kemudian khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Langkahnya tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat. Namun  juga memperkuat posisinya sebagai perusahaan bertanggung jawab sosial dan berkelanjutan.

ELSA Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Serap 57% Tenaga Sekitar Dengan Tujuan Mulia

Selanjutnya juga masih membahas ELSA Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Serap 57% Tenaga Sekitar Dengan Tujuan Mulia. Dan fakta lainnya adalah:

Pelatihan Dan Pengembangan Kompetensi

Mereka menjalankan program pelatihan dan pengembangan kompetensi secara komprehensif. Tentunya untuk tenaga kerja lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Dan juga dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Program ini di rancang agar tenaga kerja lokal tidak hanya siap bekerja secara teknis. Akan tetapi juga memiliki kemampuan dan daya saing yang tinggi di industri energi yang kompleks dan terus berkembang. Pelatihan yang di selenggarakan mencakup berbagai aspek. Baik teknis maupun non-teknis. Misalnya, melalui program Frontliner Marine Training Program, anak usaha Elnusa. Serta PT Elnusa Trans Samudera, melatih awak kapal agar memiliki kompetensi. Kemudian juga karakter profesional yang memadai, mengingat peran penting sektor maritim dalam mendukung operasional perusahaan. Di sisi lain, Elnusa juga memberikan pelatihan yang relevan. Tentunya dengan kebutuhan masyarakat sekitar wilayah operasional.

Contohnya seperti pelatihan digital marketing bagi pelaku usaha lokal di Desa Sumengko, Bojonegoro. Pelatihan ini membantu masyarakat memasarkan produk mereka secara efektif. Kemudian memperluas pasar, dan meningkatkan keterampilan teknis maupun kewirausahaan. Dampak dari program pelatihan ini terlihat dari kemampuan tenaga kerja lokal dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih profesional. Beberapa peserta pelatihan, seperti insinyur lapangan dan staf teknis Elnusa. Dan mengaku bahwa pelatihan yang mereka terima meningkatkan rasa percaya diri, kompetensi teknis. Serta kemampuan mereka berkontribusi secara signifikan terhadap operasional perusahaan. Dengan pelatihan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan ini. Mereka tidak hanya menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten. Akan tetapi juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8. Tentunya yaitu menyediakan pekerjaan layak dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Jadi itu dia fakta mereka yang serap tenaga lokal untuk ekonomi daerah lebih makmur dari Elnusa Dorong.

Exit mobile version