Site icon BeritaPopuler24

CV Joint Mobil Bisa Terlepas Saat Di Operasikan, Apa Sebabnya?

CV Joint

CV Joint Mobil Bisa Terlepas Saat Di Operasikan, Apa Sebabnya?

CV Joint Yang Berfungsi Mentransfer Tenaga Dari Transmisi Ke Roda Penggerak Sambil Mengikuti Pergerakan Suspensi Dan Sudut Kemudi Mobil. Tanpa komponen ini yang berfungsi baik, kendaraan tidak bisa menggerakkan roda secara mulus saat berbelok atau melewati permukaan jalan yang tidak rata.

Namun dalam beberapa kasus, CV Joint dapat mengalami kerusakan bahkan sampai lepas saat mobil di operasikan, terutama bila komponen ini tidak terjaga dengan baik atau mengalami tekanan ekstrem. Berikut ini adalah sejumlah penyebab utama CV Joint mobil bisa terlepas atau gagal saat berkendara beserta penjelasan lengkapnya:

1. Kerusakan pada CV Boot (Pelindung CV Joint)

Salah satu penyebab paling umum CV joint rusak adalah masalah pada CV boot. Yaitu pelindung karet yang menutupi bagian CV joint dan berfungsi menjaga gemuk (grease) tetap berada di dalam serta mencegah debu, air, dan kotoran masuk.

Jika pelindung ini retak atau robek, gemuk bisa bocor keluar dan kontaminan bisa masuk ke dalam joint. Tanpa pelumasan yang cukup, gesekan antara komponen logam akan meningkat drastis dan bagian dalam komponen ini bisa aus cepat. Akhirnya mengalami kerusakan sehingga komponen joint terkikis dan berpotensi terlepas dari porosnya saat kendaraan di gerakkan dalam kecepatan atau beban tertentu.

  1. Kehilangan Pelumasan (Grease) Internal

Komponen ini bekerja dengan bola-bola kecil atau bearing yang berputar di dalam rumah joint. Semua bagian ini memerlukan gemuk khusus sebagai pelumas untuk mengurangi gesekan dan panas. Ketika gemuk bocor akibat boot rusak atau pemasangan yang tidak tepat, pelumasan hilang dan bagian dalam CV joint cepat aus.

Hilangnya pelumasan tidak hanya mempercepat keausan tetapi juga bisa membuat bagian joint semakin longgar hingga akhirnya melepas sendiri dari poros atau sambungan lainnya. Terutama saat mobil melakukan belokan tajam atau akselerasi mendadak.

3. Keausan Normal dan Umur Pakai Komponen

CV joint adalah komponen mekanis yang bergerak terus menerus setiap kali mobil di kendarai. Seiring waktu, walaupun tanpa faktor ekstrem, keausan natural pada bearing dan rumah joint akan terjadi karena ribuan siklus putaran dan penekanan sudut gerak.

Jika komponen ini sudah mencapai usia pakai maksimum tanpa penggantian, bagian dalamnya bisa mulai mengalami deformasi dan retak. Pada tahap lanjut, joint bisa kehilangan kemampuan untuk menahan gaya dan porosnya, sehingga berpotensi terlepas saat di operasikan terutama pada kendaraan yang sering di pakai di jalan buruk atau membawa beban berat.

  1. Tekanan dan Beban Ekstrem

Komponen ini dirancang untuk bekerja dalam rentang beban dan gerak tertentu. Namun jika mobil sering mengalami kondisi ekstrem seperti

maka tekanan mekanis pada joint meningkat tajam. Paparan kondisi ekstrem ini secara terus-menerus bisa melemahkan struktur CV joint dan bagian pengikatnya, sehingga lebih rentan mengalami kegagalan bahkan lepasan total dari poros.

Contoh dari kejadian nyata adalah ketika salah satu unit kendaraan di uji di medan ekstrem. Komponen CV joint terlepas saat pengujian speed bump berulang-ulang. Menunjukkan bahwa komponen ini memang rentan pada kondisi ekstrem yang berulang tanpa jeda istirahat yang cukup bagi mekanisme.

5. Kesalahan Pemasangan atau Kualitas Komponen

CV joint yang di pasang secara tidak benar atau menggunakan komponen berkualitas rendah juga dapat lebih cepat rusak atau terlepas saat mobil di operasikan. Kesalahan pemasangan bisa menyebabkan snap ring, kunci, atau penahan joint tidak terkunci dengan baik, sehingga potensi penguncian joint ke poros penggerak menjadi longgar dan akhirnya joint bisa lepas saat ada tekanan torsi tinggi.

Selain itu, komponen aftermarket yang tidak sesuai dengan spesifikasi pabrikan mobil seringkali tidak tahan terhadap beban kerja normal. Sehingga keausan terjadi lebih cepat dan risiko lepasan meningkat.

Exit mobile version